Taman Indah Di Balik Jendela

beautiful-flowers-garden gambar dari screenlicious.com

Dua orang pria yang sakit parah dirawat dalam satu ruangan di rumah sakit. Pria yang satu, sebutlah si A, menempati sisi ruangan yang berjendela, sementara pria yang satunya lagi, sebutlah si B, menempati sisi yang tanpa jendela. Karena penyakitnya, setiap sore si A diperbolehkan untuk duduk menghadap jendela selama satu jam. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi cairan dalam paru-parunya. Sedangkan si B, karena penyakitnya, hanya bisa berbaring tidur sepanjang waktu.

Kedua pria itu sering mengobrol untuk mengusir kebosanan. Keduanya saling bertukar cerita tentang hidup mereka, yaitu soal pekerjaan, keluarga, teman-teman, hobi, perjalanan, rumah, hewan peliharaan, dan lain sebagainya. Dan setiap sore, saat duduk menghadap jendela si A selalu menceritakan apa yang dilihatnya melalui jendela. Kepada B, si A mengatakan bahwa ada taman yang sangat indah di luar sana.

Dengan rinci, A menggambarkan bagaimana dan seperti apa rupa taman itu. Ada kolam besar berair jernih di tengah-tengah taman. Beberapa ekor angsa dan belibis tampak selalu hilir mudik di situ. Taman itu penuh bunga beraneka warna dan dihiasi juga oleh deretan pepohonan besar yang rindang. “Setiap sore banyak anak-anak bermain di taman itu. Mereka berlarian dengan wajah riang. Banyak juga orang-orang tua membawa anjing mereka berjalan-jalan. Dan tentunya, pasangan-pasangan kekasih yang saling berangkulan mesra,” cerita si A pada suatu hari.Begitulah, cerita pria A tentang pemandangan di balik jendela mengembalikan semangat hidup pria B. Dengan mata terpejam, ia mendengarkan dengan seksama dan berusaha menghadirkan pemandangan itu dalam benaknya.

Pada suatu pagi, perawat mendapati pria A telah meninggal dengan tenang dalam tidurnya. Selang beberapa waktu, pria B meminta agar dirinya dipindahkan ke sisi ruangan yang berjendela.. Permintaannya dikabulkan. Saat sore menjelang, pria B beringsut ke arah jendela untuk melihat taman indah yang selalu diceritakan temannya itu. Namun ia sungguh terkejut sebab hanya melihat tembok belaka. Pria itu pun menanyakan cerita pria A soal taman indah pada perawat. “Memang hanya tembok itulah yang terlihat dari jendela ini. Sama sekali tak ada taman. Seandainya pun ada, ia takkan bisa melihatnya. Dia buta,” jelas sang perawat. “Lantas apa maksudnya ia bercerita tentang taman itu padaku?” tanya pria B tak mengerti. “Mungkin agar kau tetap bersemangat,” kata perawat itu.

Beberapa orang hadir dalam kehidupan sebagai anugerah dari Tuhan. Mereka menolong kita, menguatkan kita, mengajari kita, dan menggembirakan hati kita. Kenali mereka. Berterimakasihlah pada mereka. Bersyukurlah pada Tuhan atas kehadiran mereka. Dan jadikan juga diri kita sebagai anugerah bagi orang lain.*** (od)

Jakarta, 2015

Octaviana Dina

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s