Jamuan Untuk Tuhan

Jamuan Untuk TuhanAda seorang wanita tua yang miskin namun sangat saleh. Setiap waktu ia selalu memuji kebesaran Tuhan dan bersyukur atas rahmatNya, serta tak pernah meminta apa pun untuk dirinya meski hidupnya sangatlah kekurangan. Suatu hari, terpikir olehnya sebuah keinginan. Ia ingin menjamu Tuhan sebagai ungkapan rasa syukur kepadaNya. Maka wanita tua itu mengutarakan maksud hatinya dalam doanya malam itu. Lalu seorang malaikat mendatangi wanita itu dalam mimpinya dan menyampaikan bahwa Tuhan Penguasa Semesta Alam berkenan atas permohonannya, serta berkenan datang esok hari ke rumah wanita itu untuk menikmati jamuan.

Keesokannya, wanita itu bangun dengan hati sangat bahagia. Segera ia mengeluarkan uang tabungannya yang tak seberapa dan bergegas pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan yang terbaik yang bisa dibelinya. Dengan gembira, wanita itu memasak makanan yang terlezat yang bisa dibuatnya. Setelah mempersiapkan segala sesuatunya agar layak menerima kedatangan tamu yang maha mulia itu, ia pun duduk menunggu dengan hati berdebar.

Tak lama, terdengar ketukan. Wanita itu cepat-cepat membukakan pintu. Ternyata tamunya adalah seorang pengemis tua renta yang kelaparan. Ia tak tega menolaknya. Dipersilahkannya pengemis itu masuk dan makan. Pengemis itu memakan semua hidangan dengan amat lahap. Setelah pengemis itu pergi, wanita itu mengumpulkan semua sisa uangnya, lalu terburu-buru pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan yang bisa dibelinya. Ia kembali memasak hidangan meski tak seistimewa sebelumnya. Begitu hidangan tersaji di meja, terdengar pintu diketuk. Kali ini seorang perempuan tua berbaju lusuh datang meminta makan. Dengan berat hati, wanita itu mempersilahkan tamu tak diundang itu makan. Dalam sekejap hidangan pun tandas.

Wanita saleh itu kecewa, tapi tak menyerah. Karena tak ada lagi uang, ia menjual guci porselen, satu-satunya benda berharga yang dimilikinya, untuk membeli bahan makanan. Untuk ketiga kalinya ia memasak dan mempersiapkan hidangan. Kembali pintu diketuk. Seorang rahib pengembara berdiri di ambang pintu seraya memohon agar diberi makan. Wanita itu tak kuasa menolaknya. Setelah mengucapkan terimakasih dan mendoakan agar Tuhan membalas budi wanita saleh itu, rahib itu pun berlalu seiring dengan datangnya malam. Maka dengan hati hancur wanita tua itu menangis karena gagal mempersiapkan jamuan untuk Tuhan. “Dosa apa yang kuperbuat, ya Tuhan, sehingga Engkau menolak datang,” ucapnya tersedu. Sebuah bisikan halus menjawab, “Hambaku yang saleh, janganlah bersedih. Terimakasih untuk jamuan hidangan lezat yang telah kau sajikan untukKu hingga tiga kali…”

Moral dari kisah ini adalah: perlakukanlah dengan baik setiap orang yang kita temui, sebab kita takkan pernah tahu apakah ada di antara mereka yang sesungguhnya merupakan utusan Sang Maha Pencipta.***

Octaviana Dina

4 pemikiran pada “Jamuan Untuk Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s