Meem, Gadis Cilik Yang Tangguh

Meem, Gadis Cilik Yang Tangguh

Namanya Meem. Usianya belum lagi 9 tahun. Akan tetapi, gadis cilik asal Bangladesh ini telah menunjukkan sikap yang jauh melampaui anak-anak seusianya. Betapa tidak, dalam usia sebelia itu Meem telah berstatus sebagai pekerja pada sebuah pabrik garmen di kota Dhaka, Bangaldesh. Setiap hari Meem bekerja banting tulang demi membantu perekonomian orang tuanya.

Meem terbiasa bekerja menjahit pakaian selama 12 jam sehari. Jam kerjanya sangat panjang, apalagi untuk ukuran anak-anak sekecil dirinya, yaitu mulai jam 9 pagi hingga jam 9 malam. Meem hanya mendapat jatah 1 jam untuk beristirahat, termasuk untuk makan siang. Meski begitu, ia bahkan masih mau meluangkan waktu untuk membantu rekan pekerja lainnya. Kerja keras Meem tak sebanding dengan upah yang diterimanya. Ia hanya menerima bayaran kurang dari 35 dolar Amerika per bulan atau kurang dari 397 ribu rupiah. Penghasilannya yang tak seberapa itu ia gunakan untuk membantu keluarganya. Meem menyisihkan sedikit dari upahnya untuk membeli koleksi jepitan rambut yang disenanginya.

Meem bekerja sebagai asisten penjahit, tapi kadang-kadang ia ditugasi juga untuk melatih serta mengawasi para pekerja baru. Misalnya, ia mengajari bagaimana cara memotong benang yang benar. Bahkan Meem suka mengajari bahasa Bengali (salah satu bahasa yang dipakai di Bangladesh) dan mengajari cara tersenyum saat punggung terasa pegal ketika memotong benang. Tingkah lakunya itu membuatnya bagaikan ‘bos’ cilik.

Dengan statusnya sebagai pekerja dengan jam kerja yang demikian panjang, Meem tak pernah lagi bermain layaknya anak-anak sebayanya. Kepada seorang wartawan yang mewawancarainya, Meem mengungkapkan impiannya. Gadis cilik itu ingin menjadi operator mesin jahit pada suatu hari kelak. “Ketika saya menjadi operator jahit, saya akan membuat kaos yang sangat bagus. Tak seorang pun akan berteriak padaku,” begitu kata Meem tentang impiannya.

Di banyak negara di dunia, terutama di negara-negara maju, mempekerjakan anak-anak di bawah umur merupakan pelanggaran hukum. Namun Bangladesh adalah negara yang termasuk dalam kelompok negara termiskin di dunia, sehingga banyak orang tua yang terpaksa membiarkan atau bahkan sengaja menyuruh anak-anak mereka bekerja demi membantu ekonomi keluarga. Apa yang dialami Meem memang menyedihkan sebab adalah hak anak-anak untuk belajar dan bermain. Itulah dunia sejati mereka. Maka beruntunglah kita yang masih bisa bersekolah dengan leluasa. Maka, kita perlu bercermin pada Meem, yang walaupun masih kecil tapi dengan tangguh menjalani hidupnya yang keras tanpa meratap dan galau. Sementara kita yang hidup enak tanpa beban, masih suka mengeluh karena hal-hal sepele, lebih suka bermalas-malasan serta melakukan hal tak berguna. Dua jempol untuk Meem, gadis cilik tangguh! ***

Octaviana Dina

Desember 2013

2 pemikiran pada “Meem, Gadis Cilik Yang Tangguh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s