Taman Raya Flamboyan

Flamboyan

Taman Raya Flamboyan, itulah yang selalu melintas dalam benak saat memikirkan megapolitan ini. Ya, saya memang memimpikan Jakarta punya sebuah taman raya yang berisi pohon-pohon flamboyan. Kenapa harus flamboyan? Sebab flamboyan adalah pohon yang bunganya indah. Merah oranye menyala dan semarak. Saya membayangkan betapa akan sangat indahnya menyaksikan ratusan pohon flamboyan serentak berbunga. Flamboyan juga termasuk tanaman yang gampang tumbuh, tidak terlalu mahal, serta perawatannya tidak sulit.

Saya ingat, kira-kira dua tahun lalu saya mem-posting status di akun Facebook saya tentang angan-angan seandainya Jakarta memiliki taman raya flamboyan. Status yang disertai foto keindahan pohon flamboyan yang tengah semarak berbunga itu mendapat banyak respon positif dari teman-teman saya. Bahkan ada yang menyarankan agar saya menyampaikan gagasan itu ke Gubernur Jakarta yang baru ketika itu (Pak Jokowi).

Flamboyan (Delonix Regia) sudah sejak lama menjadi salah satu pohon favorit saya. Di mata saya pohon asal Madagaskar ini merupakan pohon yang bersih. Batangnya licin, kuat dan tahan terhadap serangan serangga. Tingginya bisa mencapai 12 meter. Dahan dan rantingnya menjulur-julur dan kerap meliuk indah, dipenuhi daun-daun yang ukurannya tergolong kecil sehingga tak terkesan ‘nyampah’ jika berguguran. Jika musim berbunga tiba, pohon flamboyan akan melulu dipenuhi kembang-kembangnya yang berwarna merah menyala. Jadi bisa dibayangkan betapa luar biasanya pemandangan ratusan pohon flamboyan berbunga di sebuah taman raya nan luas di tengah atau di pinggiran kota Jakarta. Konon, di jaman kolonial dahulu, orang-orang Belanda banyak yang terpesona melihat keindahan flamboyan yang tumbuh di sepanjang jalan-jalan di Jawa sehingga pohon flamboyan pun dijuluki The Flame of Java karena bunganya yang merah oranye menyala itu.

Bagi saya bunga flamboyan tak kalah cantiknya dengan sakura, bunga kebanggaan bangsa Jepang yang tersohor itu. Sama seperti sakura, flamboyan tidak berbunga sepanjang tahun. Biasanya pohon flamboyan akan berbunga saat musim mulai beralih memasuki musim penghujan antara September hingga Desember. Dan seperti Jepang mempunyai Festival Sakura di mana masyarakat melakukan tradisi Hanami, yaitu acara menikmati mekarnya bunga-bunga sakura sambil minum teh di atas tatami (sejenis tikar) di bawah pohon-pohon sakura yang bersemi antara bulan Maret hingga April setiap tahunnya, warga Jakarta pun bisa memiliki Festival Flamboyan. Kita bisa duduk-duduk menggelar tikar di bawah pohon-pohon flamboyan yang tengah semarak berbunga seraya menyaksikan aneka pertunjukan budaya digelar di taman raya atau sekedar duduk-duduk menghayati keindahan bunga-bunga flamboyan dalam suasana tenang dan damai. Ah!

Saya yakin Taman Raya Flamboyan akan menjadi ikon Jakarta yang baru yang tentunya akan berdampak positif bagi Jakarta. Sebab selain menambah ruang terbuka hijau, taman ini berpotensi menjadi tempat wisata baru yang dapat menguntungkan Jakarta. Saya berharap Pak Basuki Tjahaya Purnama selaku Gubernur DKI yang baru bisa mewujudkannya. Semoga!

Jakarta, 12 Desember 2014

Octaviana Dina

dimuat dalam http://jakarta.kompasiana.com/potensi-wisata/2014/12/13/taman-raya-flamboyan-710179.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s