Love at the First Sight

Ini adalah kisah ‘perjumpaan’ saya dengan Hyde, vokalis supergrup J-Rock ( Japanese Rock) tersohor, L’Arc-en-Ciel. Perjumpaan tersebut tidak hanya membuat saya jatuh cinta pada sosok Hyde, namun sekaligus membuat saya kesengsem setengah mati pada L’Arc-en-Ciel. Tahun 2014 ini ‘kisah cinta’ saya dengan L’Arc-en-ciel memasuki usia 10 tahun. Cukup luar biasa untuk saya, mengingat belum pernah saya ngefans sefanatik ini dengan sebuah grup musik. Mau tahu ceritanya? Nah, silahkan baca kisah selengkapnya.

 

Berawal dari MTV

Suatu malam di tahun 2004 –kalau tak salah- saya tengah asyik menonton tayangan musik di MTV (Music Television). Kala itu MTV masih disiarkan sebagai tayangan utama stasiun televisi lokal Indonesia yang kini dikenal sebagai Global TV. Meski usia saya sudah terbilang tidak belia lagi ketika itu (di atas 35 tahun) tapi saya rutin menonton MTV –yang kontennya amat ngepop dan memang ditujukan untuk kaum muda- karena saya sangat menggemari musik. Favorit saya adalah MTV Asia, yang menayangkan pemusik-pemusik dari negara-negara Asia khususnya Jepang, Korea, Taiwan, Hong Kong, dan sebagainya. Maklum, sejak remaja saya adalah penyuka filem-filem silat Mandarin, sehingga otomatis saya tertarik dengan budaya Asia Timur.

Lalu pada suatu malam saya menyaksikan sebuah video klip berjudul Hello. Di situ tertulis nama penyanyinya, Hyde. Saya terpesona melihat sosok penyanyi itu. Dan juga menyukai suaranya. Hyde mengenakan baju hitam tanpa lengan dengan motif bergaris-garis putih di bagian depan. Yang paling memikat adalah sepasang matanya! Mata yang diberi eyeliner dengan sedikit sapuan eyeshadow gelap itu sangat memesona. Ini cowok apa cewek sih? Kalau cowok, kok cantik ya? Tapi kalau cewek, dia kelewat ganteng, begitu batin saya melihat sosoknya yang androgin. Mendengar vokalnya, saya langsung suka. Dan meski sempat sedikit ragu pada awalnya, namun setelah mendengarkan dengan seksama karakter vokalnya saya menebak bahwa Hyde berjenis kelamin laki-laki. Dan ternyata benar.

 

Gambar

Penampilan Hyde dalam klip video Hello

 

Sejak itu saya kian getol memantau MTV Asia. Apalagi kalau bukan untuk menanti tayangan klip video tersebut muncul. Untungnya, saat itu saya tak lagi bekerja kantoran. Pekerjaan baru sebagai penerjemah atau translator freelance membuat saya punya otoritas penuh untuk mengatur jadwal kerja saya sehingga saya leluasa begadang hingga subuh sekaligus bisa menonton siaran MTV.

Walau sudah melihat sosok Hyde, akan tetapi saya belum tahu soal kiprah musiknya alias rekam jejaknya (track record) sebagai penyanyi dan musisi. Dan otomatis saya juga belum mengenal L’Arc-en-ciel –yang biasa dilafalkan oleh orang Jepang menjadi Raruku en shieru atau yang disebut juga Laruku. Lalu pada suatu ketika saya melihat satu lagi klip video di MTV Asia, yakni salah satu original sound track dari filem animasi  Final Fantasy : The Spirit Within –sebuah filem  yang disutradarai Hironobu Sakaguchi dan dirilis pada Juli 2001- yang berjudul Spirit Dreams Inside -sebuah lagu berlirik bahasa Inggris. Dalam klip tersebut tampak sebuah band beranggotakan 4 orang berkostum futuristik mirip astronot. Sang vokalis berikut gitaris band tersebut bahkan mengenakan semacam helm sehingga wajahnya tak terlihat. Meski begitu, setelah beberapa saat mendengarkan lagu dengan aransemen yang menurut saya keren itu, saya merasa familiar dengan karakter vokal sang vokalisnya. Walau tak begitu yakin, saya bisa meraba ada kemiripan dengan karakter vokal Hyde. Pada klip video itu tercantum nama band tersebut L’Arc-en-ciel, sebuah kata yang dalam bahasa Perancis berarti ‘pelangi’. Nama itu  membuat saya menebak-nebak asal band ini. Apakah dari Amerika Serikat? Ataukah dari Perancis? Maklumlah, filem Final Fantasy: The Spirit Within merupakan filem internasional yang diedarkan oleh Columbia Pictures (Amerika). Tetap saja saya tak begitu yakin, pasalnya suara Hyde sama sekali tak beraksen Amerika maupun Eropa (Perancis) sekalipun lafal bahasa Inggrisnya lumayan fasih.

 

Gambar

Klip video Spirit Dreams Inside

 

 

Tersihir Hitomi no Jyuunin

Pada tahun 2004 itu saya belum terpikir untuk mencari lebih jauh informasi mengenai Hyde dan L’Arc-en-ciel di internet meski sejak tahun 1999 saya adalah pengguna Yahoo Mail dan terkadang menggunakan mesin Yahoo Search untuk menjelajah internet. Maklumlah, walau pekerjaan saya sebagai penerjemah mengharuskan saya bekerja dengan komputer, namun komputer pribadi di rumah ketika itu masih edisi jadul alias tak terkoneksi dengan internet. Untuk keperluan internet –seperti berkirim e-mail– saya memakai jasa warnet.

Hingga pada suatu hari, di suatu siang saya mendengarkan radio Ramako FM –sekarang menjadi radio LiteFM dengan frekuensi 105.8 FM- dan mengalunlah sebuah lagu berbahasa Jepang yang tak saya ketahui judul maupun penyanyinya. Lagu itu begitu melodius, agaknya ber-genre pop-rock. Saya tak mengerti liriknya karena memang tak paham bahasa Jepang. Namun saya sangat menyukai lagu itu. Menurut saya lagu itu memiliki titi nada yang tak biasa dan sangat keren. Saya bagai tersihir, terkesima dan terpesona. Wuuih, ini lagu keren banget! seru saya dalam hati. Dan ada satu hal, karakter si vokalis terasa tak asing di telinga saya. Entah kenapa, yang ada di benak saya saat mendengar lagu itu adalah sosok Hyde! Saya yakin itu adalah suara Hyde!

Maka segera saya mengirimkan sms ke Ramako dan menanyakan judul lagu berikut nama penyanyinya. Ketika itu saya memang termasuk rutin mendengarkan siaran Ramako FM. Sms saya tak langsung dijawab. Maklum pendengar Ramako FM sangat banyak dan rata-rata aktif mengirim sms baik berisi request (permintaan) lagu atau informasi. Saya makin intens mendengarkan acara musik Ramako FM dengan harapan lagu Jepang yang telah membuat saya kesengsem itu diputar. Singkat cerita, akhirnya sms saya dijawab oleh salah satu penyiar. Dan tahulah saya, lagu keren itu berjudul Hitomi no Jyuunin –dalam bahasa Inggris berarti ‘living in your eyes’. Penyanyinya? L’Arc-en-ciel!! 

Setelah itu, saya menjadi seorang frequent requster untuk lagu Hitomi no Jyuunin. Kapan pun di sesi request lagu, saya segera mengirimkan sms untuk meminta lagu tersebut diputar. Meski tak selalu request saya dipenuhi, namun setidaknya cukup  sering lagu permintaan saya itu diputar. Ternyata banyak juga yang menanyakannya via sms setiap kali lagu Hitomi no Jyuunin diputar. Tuh kan, lagu itu memang keren!

Akhirnya, karena benar-benar jatuh cinta berat dengan Hitomi no Jyuunin, saya tak tahan lagi untuk segera memiliki kaset atau CD-nya. Saya masih ingat, siang tanggal 26 Desember 2004 (sedihnya, bertepatan dengan tragedi tsunami Aceh..hiks!) saya meluncur ke mall terdekat untuk mencari kaset atau CD L’Arc-en-ciel yang berisi Hitomi no Jyuunin. Toko pertama yang saya sambangi adalah Disc Tarra. Sesudah beberapa menit melongok sana-sini, akhirnya saya temukan juga CD album L’Arc-en-ciel bertitel SMILE! Yang dirilis tahun 2003. Begitu meneliti sampul belakang CD, ternyata saya tak salah. Ada nama Hyde di sana! Saya nyaris berjingkrak. Senangnyaaaaa!!!

Akan tetapi, meski CD sudah di tangan,  saya masih ragu-ragu. Penyebabnya, sebagian judul lagunya ditulis dalam aksara Kanji. Mana nih Hitomi no Jyuunin?? Sialnya, CD itu tak boleh dicoba. Kalau dicoba, harus dibeli. Waduh, kalau ternyata Hitomi no Jyuunin  nggak ada di album ini bagaimana?

 

Gambar

Album SMILE! yang dirilis tahun 2003

 

Saya tinggalkan Disc Tarra, lantas naik ke lantai 2. Di situ ada toko musik juga. Album SMILE!  juga ada di sana. Setelah mengobrol sebentar dengan si Mas penjaga toko, ternyata dia membolehkan saya mencoba CD tersebut. Saya jadi tak enak hati dengan kebaikan hatinya. Pasalnya untuk mencoba CD, segel plastik harus dirobek. “Coba dulu deh, Mas. Ada atau nggak lagu yang saya cari, CD ini tetap saya beli,” kata saya. Nah, sekarang masalahnya Hitomi no Jyuunin itu lagu yang nomor berapa ya? Saya nggak ngerti tulisan Kanji. Setelah berpikir sejenak seraya memandangi susunan lagu, insting saya berbisik, “Coba lagu nomor 9…”

Sesudah mencoba lagu di urutan pertama –yang ternyata juga keren abis– saya meminta si Mas memutar lagu nomor  9. Begitu mendengar intronya, hati saya langsung bersorak gembira. Yeeeaahhh!!!! Akhirnyaaaaa!!!! That’s my song!!! Album SMILE! adalah ‘Laruku thing’ yang pertama kali saya miliki. Hingga kini lagu Hitomi no Jyuunin tetap menjadi lagu ‘kebangsaan’ saya. Video Hyde menyanyikan lagu tersebut saya sisipkan dalam artikel ini. Selamat menikmati!


 

 

Octaviana Dina

Jakarta, Februari 2014

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s