Rapperswil, Kota Mawar di Danau Zurich

Gambar

Bahwa Swiss adalah negara terbersih di dunia, itu bukan omong kosong. Pengalaman menggunakan WC umum di dermaga Fischmarktplatz, Rapperswil, membuat saya tercengang.. Alamak, sungguh bersih dan cling seperti baru!

Rapperswil adalah kota kecil mungil di dataran tinggi Swiss dan terletak di tepi timur danau Zurich, danau seluas 90 kilometer persegi yang memanjang dari selatan Kota Zurich sejauh 40 kilometer ke tenggara. Luasnya bahkan kurang dari lima kilometer persegi dengan penduduk tak sampai 8.000 jiwa.

Meskipun kecil, kota yang berada di ujung barat Canton (semacam distrik otonom) Sankt Gallen, disingkat St Gallen, ini ternyata memiliki sejarah panjang. Beberapa penemuan arkeologi menunjukkan wilayah Rapperswil telah ada dan didiami sejak 5.000 tahun silam.

Keberadaan Rapperswil berawal pada permulaan abad ke-12, ditandai dengan pendirian kastil pertama sekitar tahun 1229. Menurut legenda setempat, sepasang suami-isteri bangsawan dari Altendorf dan para pengawalnya menyeberangi danau untuk berburu. Tiba di seberang, anjing-anjing mereka menemukan jejak seekor rusa dan segera mengejarnya hingga ke gua persembunyian. Ternyata rusa itu adalah induk dari dua anak rusa yang masih kecil. Isteri sang bangsawan merasa iba sehingga  mendesak suaminya agar membiarkan hewan itu hidup. Bangsawan itu setuju.

Saat mereka sedang menikmati makan siang di bawah kerindangan pohon, tiba-tiba saja rusa betina itu muncul dan meletakkan kepalanya di pangkuan isteri bangsawan sebagai tanda terimakasih karena telah menyelamatkan nyawanya dan kedua anaknya. Sang bangsawan merasa bahagia dan menganggap peristiwa itu sebagai pertanda dari Tuhan sehingga ia mendirikan kastil di bukit itu dan membangun kota di selatannya. Bangsawan itu lalu menjadi penguasa pertama Rapperswil.

Kota Rapperswil kemudian dikuasai klan bangsawan Habsburg dari Austria. Sejak abad ke-11 Swiss berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi Suci yang mencakup wilayah Jerman, Austria, Swiss, Italia bagian utara, dan sebagian Ceko-Slovakia. Dan sejarah mencatat  bahwa wangsa Habsburg selama berabad-abad mendominasi Kekaisaran Romawi Suci, tak kurang dari 19 kaisar dari abad 12 hingga 18 berasal dari wangsa ini. Raja Spanyol Philip III (1598-1621) dan Raja Perancis Louis XIII (1601-1666) pun mewarisi darah biru klan Habsburg.

Letak Rapperswil yang strategis dan bernilai ekonomis tinggi menyeret kota tersebut terlibat dalam konflik. Sepanjang abad ke-14-15 dominasi wangsa Habsburg di Swiss menimbulkan pergolakan karena sejumlah canton menginginkan kebebasan dan membentuk konfederasi. Rapperswil dijadikan basis militer bangsawan Habsburg untuk melawan tentara konfederasi Swiss.

Pada tahun 1338 terjadi pertempuran sengit antar kedua pihak di kota Näfels-berjarak  sekitar 35 kilometer dari Rapperswil, dan dimenangi tentara konfederasi. Pada abad ke-16 Rapperswil juga terjepit dalam perseteruan antar-canton yang menganut agama Protestan dan Katolik.

Di utara, kota ini berbatasan dengan Canton Zurich dan di timur ada Canton Appenzel. Keduanya merupakan wilayah kaum Protestan. Menyeberangi danau, di sebelah barat terdapat Canton Schwyz yang memeluk Katolik Roma dan memerangi canton-canton Protestan. Rapperswil sendiri berada di wilayah yang pernah dikuasai wangsa Habsburg yang menganut Katolik Roma.

Tahun 1798 Perancis menginvasi Swiss dan memaksa canton-canton menerima penyatuan dalam bentuk Republik Helvetia di bawah kekuasaan Perancis. Sejumlah canton baru dibentuk. Salah satunya adalah Linth, yang meliputi daerah dataran Linth, Glarus, hingga ke wilayah sebelah timur Danau Zurich. Rapperswil ditetapkan sebagai ibukotanya. Namun akibat konflik-konflik kultural dan agama antar-canton, pada tahun 1803 Napoleon Bonaparte yang menjadi Kaisar Perancis kala itu mengeluarkan Akta Mediasi yang mengembalikan otonomi canton seperti semula. Rapperswil masuk ke wilayah Canton St Gallen yang pada tahun itu juga bergabung dalam konfederasi Swiss.

***

Gambar

Kesan kuno tetapi menyenangkan kental terasa saat saya menyusuri jalanan batu di Hauptplatz, salah satu kawasan utama di kota yang mayoritas penduduknya berbahasa Jerman dialek Swiss ini.

Seperti kebanyakan kota-kota daratan Eropa, Rapperswil tetap mempertahankan cirinya sebagai kota abad lampau. Meskipun ada pula beberapa bangunan modern, seperti di Cityplatz, kebun binatang anak-anak, atau gelanggang olahraga Lido di selatan kota. Sebagian besar bangunan dari Abad Pertengahan masih tegak berdiri dan terpelihara amat baik sehingga justru menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Sebutlah Kastil Rapperswil yang dibangun sekitar abad ke-13. Berdiri di atas bukit di semenanjung  Danau Zurich, kastil tersebut dikelilingi taman, tempat sejumlah rusa dipelihara dan dibiarkan bebas berkeliaran untuk mengingatkan orang pada legenda asal mula berdirinya kota ini.

Bangunan sebelah timur Kastil Rapperswil merupakan Museum Polandia yang didirikan kaum imigran Polandia di tahun 1870 sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan rezim komunis Rusia atas Polandia. Keberadaan museum itu menunjukkan dukungan masyarakat setempat maupun rakyat Swiss pada umumnya terhadap perjuangan rakyat Polandia meraih kemerdekaan.

Masih ada dua museum lainnya di Rapperswil, yaitu Museum Kota dan Museum Sirkus.. Di Museum Kota kita dapat menyaksikan koleksi barang dari zaman Kekaisaran Romawi serta kerajinan emas dari Abad Pertengahan. Sementara itu, Museum Sirkus terkait  dengan grup sirkus nasional Swiss, Knie, yang telah bermarkas di kota ini sejak tahun 1919. Pengelolanya sekarang adalah generasi kedelapan keluarga Knie.

Hal lain yang menonjol adalah banyaknya bangunan gereja. Tak kurang dari lima gereja Katolik, satu gereja Protestan, enam kapel, dan dua biara tersebar di Rapperswil dan wilayah sekitarnya seperti Jona. Hampir semuanya dibangun pada Abad Pertengahan.

Heilighüsli atau Kapel Jembatan, misalnya, dibangun tahun 1551. Kapel ini dicapai melalui jembatan kayu sepanjang 841 meter yang dibuat Rudolf VI dari klan Habsburg pada tahun 1358 untuk jalur perdagangan, perziarahan, sekaligus untuk kepentingan strategi militer. Setelah hancur (1878) jembatan itu digantikan oleh dam dari beton yang dilalui jalur kereta api dari seberang danau. Namun, untuk mengenang sejarah jembatan kayu itu pada tahun 2001 diresmikan jembatan kayu baru tepat di sebelah posisi jembatan yang lama. Ada pula Kapuzinerkloster atau Biara Capuchin di Endinghorn yang didirikan tahun 1606 dan masih berfungsi sama. Uniknya, kepemilikan biara ini tidak berada di tangan para biarawan yang menghuninya, melainkan justru di tangan warga kota.

Rapperswil juga menyandang  nama lain, yakni Rosenstadt atau Kota Mawar. Sepanjang bulan Juni hingga Oktober setiap tahun sekitar 15.000 bunga mawar dari 600 jenis yang berbeda mekar mewangi di dua taman publik yang terletak tak jauh dari Biara Capuchin. Selain itu, terdapat pula taman mawar Schanz yang khusus bagi kaum tuna netra agar mereka dapat menikmati bunga-bunga tersebut melalui baunya atau sentuhan. Bunga mawar adalah lambang kota ini.

Walau hanya kota kecil, tak disangka Rapperswil memiliki lalu lintas kereta api terpadat di Swiss bagian timur. Sekitar 400 kereta api keluar masuk kota setiap hari kerja. Tiap 15 menit kereta berangkat menuju Zurich, baik melalui Uster di sisi kanan danau atau via Pläffikon menyusuri sisi kiri danau.

Saat kapal motor yang akan membawa saya kembali ke Zurich perlahan bergerak meninggalkan dermaga, benak saya telah mematri Rapperswil yang permai dalam kenangan. Auf Wiedersehen, sampai berjumpa kembali.

 

Penulis : Dina Octaviana

Dimuat dalam Kompas Minggu edisi 17 Oktober 2004

Catatan : foto-foto dalam artikel blog ini berbeda dengan foto-foto dalam artikel aslinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s