BARAN

Alangkah purba cinta kita
tanpa kata-kata
hanya memandang

Pandang pun tak penuh
sekedip dua kedip
lantas bergegas berlalu
Malu, juga tabu

Bahkan tanganku gemetar
kala menyentuh helai rambutmu
yang jatuh terlupa
Bahkan hatiku bergirang
menatap sisa jejak langkahmu
kala kau lalu dari hadapan

Hati kita maha memahami
bahasa mata yang sunyi
menanamkan mawar cinta
hingga jauh ke jantung sukma

Octaviana Dina
Jakata, 28 Maret 2004

Catatan :
Puisi ini sangat terinspirasi dari filem BARAN (Hujan) karya sineas Iran Madjid Majidi yang dirilis tahun 2001. Sebuah kisah sederhana yang sangat memukau tentang cinta…

BARAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s