PADA TENANG TENGAH MALAM

Pada tenang tengah malam
Tuhan menggambari langit:
Bulan raya berlayar di samudera angkasa
sendirian tapi tak kesepian
tiga juta bintang berkerlipan dalam senyap
awan putih berserak di kemuncak malam
berenang-renang di antara lirih angin
lautan langit maha luas
tanpa sudah memberitakan kemuliaan
sepanjang segala abad

Sungguh Tuhan tak banyak bicara
sementara jemariNya berkarya
dari ajaib ke ajaib
dari heran ke heran
sejak permulaan jaman
setia Ia menerbitkan mujizat

Wajah Tuhan melulu tersenyum,
dari mulutku yang menganga oleh takjub
terlontar sekerat doa ganjil yang tak mustahil:
“Tuhan, aku ingin hidup seribu tahun malam ini.”

Octaviana Dina
Jakarta, Mei 2011

PADA TENANG TENGAH MALAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s