TANYA DARI NUSA

nusa

 

 

 

 

 

 

 

Tuanku,
sudah tibakah kupu-kupu ungu
yang kulayangkan padamu?
Sayap-sayapnya sesak kutulisi
derai derita hati merawan

Sudah juga sampaikah
sendalu kelana dari tenggara?
Helai desaunya sarat kutaburi
rintik aimata jiwa nestapa

Kularung lumba-lumba
menelusuri ombak dan pantai
Kulepas rajawali
menyelisik bukit dan lembah
membawa pesan rintihan lara

Tapi Tuanku bagai entah di mana…

Tengoklah aku,
nusa merana di tengah samudera
Jubah hijauku dikoyak paksa
hingga meranggas punggungku ditindas mentari
mengelupas sampai jauh ke lubuk tulang
Daripadaku dirampas segala pusaka

Lupakah sudah Tuanku?
kala dulu lapar dan papa
kusuapi engkau dengan mutiara
kususui engkau dengan minyak sulingan
Mas, perak, tembaga yang kaukunyah
kukeruk dari hulu jantungku
Susu dan madu yang kaukecap
kutimba dari palung lambungku

Kutegarkan bahu demi memikul Tuan

Lihatlah aku,
kini lelah dan payah
tersengal-sengal aku melarat
terseok-seok menuju sekarat
Tak mau lagikah Tuanku
memandang barang selayang?
Tak sudi lagikah Tuanku
mendekap barang sekejap?

Kupu-kupu ungu yang kulayangkan
sendalu kelana yang kuembus
lumba-lumba yang kularung
dan rajawali yang kulepas
biarlah pulang ke pangkuan membawa jawab

Octaviana Dina
Jakarta, 18 Maret 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s