MENEMUKAN KEBAIKAN

smilePada suatu pagi yang cerah beberapa kuntum mawar merah mekar dengan indahnya di sebuah taman. Kemudian lewatlah dua gadis kakak beradik. Dengan segera mawar-mawar itu menarik perhatian keduanya.

Sang kakak menatap mawar itu sejenak lalu mengeluh, “Huh, lihat duri-durinya itu.”

Sang adik memperhatikan duri-duri mawar tersebut lantas berujar, “Tapi untunglah ada bunga secantik ini di antara duri-duri yang tajam itu.”

Di lain tempat, di sebuah padang rumput, dua orang penggembala sedang menunggui kerbau-kerbau mereka merumput.

Sambil mengamati hewan itu makan rumput salah seorang dari mereka berkata dalam hati dengan nada mengejek: Pantas saja kerbau itu dungu, makanannya cuma rumput sih.

Sedangkan penggembala yang satu lagi justru berpikir sebaliknya. Sungguh hebat binatang ini, cuma makan rumput tapi memiliki tubuh sekuat dan sebesar itu, batinnya kagum.

Kisah yang berikut terjadi dalam sebuah sel tahanan. Dua narapidana menatap keluar lewat jendela berteralis besi.

Narapidana pertama merasa bosan karena hanya bisa memandang kebun ilalang dan terus menyumpahi nasib sialnya.

Sementara narapidana kedua merasa bersyukur karena meskipun terkurung dalam sel ia masih bisa menikmati kehijauan kebun ilalang di luar sana.

Mawar memang berduri, namun haruskah kita membencinya hanya karena durinya itu? Faktanya, keindahan mawar terbukti melampaui ketajaman durinya sehingga mawar menjadi bunga terpopuler di dunia.

Walau kerbau terlihat dungu, apakah hewan tersebut benar-benar dungu sehingga tak berguna sama sekali? Faktanya, kegunaan kerbau amat banyak. Selama berabad-abad hewan pekerja itu telah membantu manusia melakukan pekerjaan berat : membajak sawah, menarik pedati, menghela gerobak dan sebagainya. Selain tenaganya, manusia mengambil manfaat dari daging, tanduk, kulit hingga tulang-tulang hewan tersebut.

Dan, benarkah tidak akan ada setitik kebahagiaan pun seandainya kita hidup dalam lingkup keseharian yang begitu kecil dan terbatas seperti halnya kehidupan narapidana dalam sel?
Bandingkan ini. Helen Keller, seorang perempuan Amerika kelahiran 1880, menderita penyakit parah saat berusia 19 bulan yang kemudian membuatnya buta, tuli dan bisu seumur hidup. Namun Helen Keller tidak menyerah atau menyesali nasibnya. Ia bahkan berkata, “Saya merasa hidup ini sangat indah.” Keller menghabiskan hidupnya untuk mengajar dan menulis buku.

Sementara itu, Napoleon Bonaparte, Kaisar Perancis, yang mempunyai segala yang diinginkan orang banyak – yaitu kemuliaan, kekuasaan dan kekayaan- menyatakan demikian sewaktu berada di Saint Helena : “Dalam hidupku aku tidak pernah merasa bahagia enam hari berturut-turut.”

Kisah-kisah di atas mengajarkan kita bahwa pikiran kita mengendalikan hati kita. Pikiran yang positif memampukan hati dan mata kita dengan segera mengenali dan menemukan kebaikan yang terselip di antara keburukan.

Kebaikan dan keburukan memang bagai dua sisi mata uang. Keduanya akan selalu ada. Yang perlu kita lakukan adalah berusaha menemukan sekecil apa pun kebaikan dalam segala hal; menemukan kebaikan yang mungkin saja terluput dari pandangan kita karena dikepung berbagai hal-hal buruk.

Kebiasaan untuk berpikir positif akan membawa kita untuk mengenali dan menemukan hal-hal baik di tengah hal-hal buruk serta akan menuntun kita pada sikap optimis dan tidak takut menghadapi perubahan maupun hal-hal baru yang tampaknya menakutkan akibat kita belum atau tidak mengenalnya.

Kita tidak takut karena mempunyai harapan, yakni bahwa kebaikan akan selalu ada sekalipun di tengah banyak keburukan. Dan kebaikan itu selalu dapat ditemukan sepanjang kita memandang segala hal dengan berpikiran positif.

Seperti yang dikatakan John Milton, seorang penyair terkenal Inggris di abad 16 :
Pikiran itulah tempatnya, dan situlah Surga dapat dibuat jadi Neraka, dan Neraka jadi Surga.

Penulis : Octaviana Dina (12 Feb 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s