MENULIS DALAM BAHASA INGGRIS

Writing2Menulis dalam bahasa Inggris? Waduh, nggak deh! Menulis dalam bahasa sendiri saja masih ribet, apalagi menulis dalam bahasa Inggris. Mungkin begitu komentar yang timbul ketika membaca judul tulisan ini. Namun jika kita sudah fasih menulis, tidak ada salahnya bila kita mulai mencoba. Toh lebih banyak manfaatnya ketimbang ruginya. Paling tidak jika kebetulan ingin mengikuti kompetisi menulis internasional misalnya, kita tak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk jasa penerjemah. Bahkan bukan tidak mungkin justru kita memiliki profesi sampingan sebagai penerjemah akibat terbiasa menulis dalam bahasa yang satu itu.

Sulitkah menulis dalam bahasa Inggris? Bagi yang baru pertama kali mencoba, tentu saja sulit. Namun itu lebih disebabkan karena kita belum terbiasa. Itu merupakan hal wajar dalam proses belajar. Ada pepatah Bisa Karena Biasa. Jika terbiasa mengerjakan suatu hal, maka lama-kelamaan kita akan menjadi mahir. Langkah yang terpenting adalah mencoba melakukannya. Tanpa mencobanya terlebih dahulu, kita takkan pernah tahu seberapa jauh kemampuan kita.

Biasanya sebagai tahap awal, karena kita belum pernah menulis dalam bahasa Inggris, tulisan ditulis dalam bahasa Indonesia terlebih dulu dan baru kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Itu sah-sah saja. Memang begitulah prosesnya. Kelak jika sudah mahir, kita akan terbiasa langsung menulis dalam bahasa Inggris.

Untuk bisa menulis dalam bahasa Inggris dengan baik, tentunya hal pertama yang wajib dilalui adalah banyak-banyaklah membaca tulisan-tulisan dalam bahasa tersebut. Dengan banyak membaca kita akan mengenali dan terbiasa dengan struktur pola atau bentuk kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris yang tentunya memiliki perbedaan dengan struktur pola kalimat dalam bahasa Indonesia. Sebagai contoh, penggunaan kalimat aktif dan pasif. Sepanjang pengamatan saya, banyak kalimat dalam bahasa Indonesia yang cenderung memakai pola kalimat pasif ketimbang kalimat aktif. Sedangkan pola kalimat dalam bahasa Inggris justru sebaliknya.

Kesalahan mendasar yang umum terjadi dalam membuat tulisan berbahasa Inggris adalah menerjemahkan kalimat bahasa Indonesia mentah-mentah ke dalam bahasa tersebut. Padahal saat membuat tulisan, kita harus ingat bahwa tulisan kita kelak akan dibaca para pembaca asing yang berbahasa Inggris (atau yang paham bahasa Inggris). Oleh karena itu kita harus mengemas tulisan kita ke dalam struktur kalimat yang lazim digunakan dalam bahasa Inggris, bukan yang lazim dipakai dalam bahasa Indonesia.

Selain dari itu, dengan banyak membaca maka sudah pasti perbendaharaan kata kita akan makin kaya, sehingga dengan modal itu kita bisa menyajikan tulisan yang lebih menarik dengan pilihan kata yang variatif. Dengan banyak membaca kita juga dapat belajar mengenai pemakaian tenses, misalnya, kapan kita menggunakan bentuk kalimat dalam past tense atau past perfect tense. Atau, apakah tulisan kita sebaiknya dibuat seluruhnya dalam kalimat present tense ataukah justru dibuat bervariasi dengan mempergunakan beberapa tenses, dan seterusnya.

Hal kedua yang wajib dilakukan adalah berlatih, berlatih dan berlatih. Semua yang besar dimulai dari yang kecil. Mulailah dari tulisan yang sederhana dan singkat dengan kalimat-kalimat yang pendek namun jelas. Anggaplah kita tengah bercerita pada anak kecil. Kalimat tak perlu panjang-panjang dan rumit. Yang penting cerita yang  kita sampaikan bisa dipahami dan dimengerti dengan baik. Dan jangan lupa, kita juga harus rajin-rajin berkonsultasi dengan kamus untuk memilih dan mendapatkan kata-kata yang tepat.

Akhirnya, ketika kita sudah giat berlatih menulis dan telah berhasil membuat tulisan yang kita rasa baik, jangan pernah ragu untuk mengirimkan tulisan itu ke media massa berbahasa Inggris. Karena jika tidak begitu, kita tidak akan pernah tahu apakah tulisan itu sudah layak dimuat atau belum. Dari situlah kita dapat mengukur kemampuan kita menulis dalam bahasa tersebut. Dan ketika tulisan itu pada akhirnya dimuat, perhatikan apakah ada kata-kata atau kalimat dalam tulisan kita yang diedit oleh editor atau tidak. Jika diedit, kita tak perlu berkecil hati. Justru kita harus bersyukur karena berarti ada kesalahan kita yang mereka perbaiki. Dengan begitu kita bisa belajar terus menyempurnakan tulisan kita.

Nah, selamat mencoba.

Penulis : Octaviana Dina

Dimuat pertama kali dalam situs http://www.penulislepas.com, 22 Agustus 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s